I know I seem like someone who like photography that much, but no i don't. Photos that you see in magazines and all have been retouched to be that stunningly beautiful. Well I do think photography is somehow a lie, what is served mostly is not original from the camera.

My father love photography. I know how complicated it is to make a damn good picture. Even if you already captured the best, you still have to put it in the Lightroom or Photoshop to enhance it. But I guess it goes the same back then photographer being in the dark room, mixing chemicals and creating unique photos, but nowadays it is done with Photoshop.

But then after years of a lil bit hating it, I kinda fell in love with it, and it comes in the simplest form of photography: I just use my phone as the main gear and tadaaa. It's great. Just some click put that in some photo apps and you get a unique picture instantly. (I do admit I'm a part of generation Y who love instant things)

I use a iPhone 4 to take all of these pictures. Easy gear to bring in everyday!

These cat pictures are cats that usually wonder around my campus. I never intentionally want to take a series of cat picture really, it just happens when I saw something unique, I just pressed click. Hohoho

 I was still trying to make a good composition. But she looks cute

My favorite photo :3. anw her name is Gastri. The most beautiful cat.



Gastri strikes again


She is Nessa, Wkwkwk.
Animal, nature, human. With a smart usage your phone can do.

Tempu rejo Village, South Malang

Sempu Island


Bromoooo....







All the pictures above are taken using hipstamatic. The very best photography apps, it's not free but it's really worth it.
Just found this Award, IPPAWADS iPhone photography awards since 2007. Click here.
So confused to choose which one is the best. I think I have to learn about composition and capture more. As photographer Henri Cartier Bresson said "Your first 10.000 photographs are your worst."


Sulit dipercaya Senin besok saya sudah masuk kuliah. Saya menghabiskan seluruh masa liburan saya sebagai salah satu volunteer unit di kampus. Karena saya orang Surabaya jadinya sering dipanggil ke kampus, dan secara tidak disengaja dapat libur cuma seminggu, ya pas lebaran itu. Tapi entah karena liburnya cuma seminggu, atau gimana, Lebaran kemarin bener-bener one of the best I've ever had. Saya pergi ke Madura, sama Madiun, buat jalan-jalan sekaligus ketemu sanak saudara.


Akhir-akhir ini setiap kali di jurusan saya sering ditanya "PM kemana aja? kok nggak pernah kelihatan." Padahal saya setiap hari ngampus kok, ke gedung pas disebelah jurusan saya. Ehehehe. Beberapa kali waktu saya lagi di kantor terus jalan ke masjid buat sholat maghrib, saya denger suara ketawa anak-anak dari hima yang emang sebelahan sama rektorat. Dan itu bikin kangen banget buat bikin acara bareng teman-teman jurusan. Bantuin mereka. Tapi gimana lagi, sudah berkomitmen buat disini, dan nggak kuat juga kalau ndobel. 

Atau buat beberapa orang yang follow instagram saya banyak yang bilang, "PM asik deh jalan-jalan terus." Tapi saya toh cuma senyum-senyum aja. Buat orang-orang yang tahu, ada banyak keras dibalik sekedar jalan-jalan itu. Mengutip lagu 90an punya The Verve, "Cause it's a bittersweet symphony this life."

Kadang nggak cuma kerja keras aja, mental juga diasah banget. Cocok dan nggak cocok ketika kerja. Hal-hal simpel yang memicu semangat. Macem-macem banget lah. Kadang aku ngerasa liburan ini semacam akselerasi kehidupan to be a better person.

Kapan itu saya ngobrol sama salah seorang teman dekat saya via line, dia bilang kalau dia pingin punya usaha karena banyak temen-temen sekosannya yang punya usaha. Saya jadi ingat awal liburan saya punya plan buat bikin usaha notebook handmade, tapi akhirnya nggak jadi. Bahkan notebook buat semester depan, which means Senin besok, aja belom selese. 

Tapi saya nggak nyesel sama sekali sih. In the end, saya pun sadar. Ketika saya yakin sama apa yang saya kerjakan saat ini, kita nggak bakal iri sama apa yang orang lain dapetin dan nggak akan bingung-bingung lagi mau ngapain. Jadi inget, dulu belajar clay dari kelas 6 SD akhir, setiap weekend mesti eles, terus baru dapet duit dari hasil bikin clay pas SMA, sekarang sudah nggak bikin clay lagi. Hahaha. Dulu sering banget gagal kalau mau bikin apa-apa, beli sepatu buat di cat biar bagus tapi gagal, terus gamau pake sepatunya karena jelek. Dulu juga gagal bikin notebook sendiri (padahal sudah pede pake kertas canson) tapi sekarang sudah bisa, beberapa kali ngguntingin baju niatnya supaya bisa dimodif eh malah ngerusak, tapi sekarang sudah bisa njahit baju sendiri. Lucunya ya proses kehidupan, hal-hal yang awalnya dipikir buang-buang duit tapi ujung-ujungnya kalau ga pernah "buang-buang duit" itu saya juga ga akan bisa bikin macem-macem. Mhihihi. Sama juga kan ya kayak jatuh cinta, kalau ga pernah sakit ati banget juga ga bakal belajar. #alah

Salam hangat,

Dari jeep pas perjalanan ke Bromo (kiri ke kanan): Caroline dari China, Saya, Rizal orang Surabaya juga, anak Tekla, Lily dari Vietnam, Lee dari Malaysia, Addin dari Ethiopia. 


Powered by Blogger.